Assalamu’alaykum ya ikhwahfillah ..
Sekarang sudah hampir tiba kita dipenghujung bulan mei ini. Hmm.. rasanya banyak sekali kejadian yang telah kulewati di bulan ini. Mulai dari kisah gembira sampai tangisan haru biru. Subhanallah, Maha Suci Allah yang mentakdirkan semua dengan begitu indahnya. Yah, aku tau itu..

Pada awal bulan mei -tepatnya tanggal 2 mei 2009-, kakak perempuanku tercinta (mba’ ika) akhirnya melaksanakan sunnah rasul untuk menyempurnakan separuh diennya.

"nikah sama siapa, ndit??"
"namanya H. Kholilluloh sidiq, ndit manggilnya ‘bang olil’."
"wah, nikah sama pak haji, ndit?"
"bukan pak haji, tapi bang haji, haha"

Pagi itu, udara segar mengisi setiap hela nafas kami. Setelah rombongan calon mempelai pria (alias calon kakak iparku) datang dan menempati ruangan masjid, dari kejauhan aku melihat sosok perempuan yang begitu cantik. Subhanallah, heyy, is that you, sist ?? Aku sampai tak mengenali kakakku sendiri! Dia terlihat berbeda dengan kebaya brokat putih dan selendang yang menjulur dari kepala hingga mata kakinya. Orang-orang yang melihatnya pun kurasa sependapat denganku. Lalu dia duduk di dekat ibuku.

Suasana khidmat sangat terasa pagi itu. Aku terharu ketika kakakku membacakan sesuatu (hmm.. aku tak tau namanya apa) yang menurutku itu adalah sebuah permintaan izin kakakku yang ditujukan untuk ayahku. Dia membacanya dengan sedikit terbata-bata, dan aku berusaha untuk menahan air mata yang sebentar lagi akan keluar dari mataku. Hanya satu yang ada dalam benakku, "Akankah aku seperti itu kelak?? Meminta izin kepada ayah untuk dipinang oleh laki-laki yang akan mengambil tanggung jawab ayahku yang telah menjagaku bahkan semenjak aku masih dalam kandungan ibu?? Ayah, ibu, akankah kalian ikhlas menerimanya? Cinta dan kasih sayang kalian akan selalu bersemi di dalam hatiku".

Hadirnya anggota keluarga baru di bulan ini lengkap sudah dengan lahirnya keponakan pertamaku. Alhamdulillah, mba’ Yova (istri kakakku yang pertama) melahirkan normal, semuanya berjalan lancar. Pagi itu -tanggal 18 mei 2009-, baru saja aku bangun tidur, mba’ ika masuk ke kamarku dan berkata, "Ditaaa, selamat yaa, kita udah punya keponakan!", aku yang masih setengah sadar, cuma bisa bengong mencerna kata-kata mba’ ika barusan (mba’ ika nya juga ikut-ikutan bengong ngeliat aku yang masih berusaha ngumpulin nyawa. hhe :D ), sejurus kemudian baru aku connect, dan aku cuma bisa nyengir seraya berkata "alhamdulillah".

Pulang sekolah, setelah solat ashar, aku lantas pergi ke rumah sakit tempat mba’ yova melahirkan. Sampe di sana jam 4.30 sore, sedangkan bayinya diantar ke kamar jam 5.30 sore, jadilah aku nemenin mba’ yova yang masih terlihat lemas seusai persalinan. Biarlah, demi melihat keponakanku, aku rela pulang sampe malem. Dan penantianku akhirnya berbalas juga, seorang suster masuk ke kamar dengan membawa tempat tidur bayi. Dan aku melihat sesosok kecil mungil dalam balutan selimutnya, ya itu keponakanmu endita! Namanya MUHAMMAD RAKA RADITYA. Hihi, senangnya diriku, untuk pertama kalinya menggendong bayi, ketika melihat dia membuka matanya yang bundar. Ketika melihat dia menangis, mukanya terlihat merah. Subhanallah, kehadirannya membawa senyuman bagi orang-orang disekitarnya.

Jadi ingat cerita seorang teman, mengapa bayi ketika dilahirkan menangis? Karena dia menyesal dilahirkan ke dunia, karena dia prihatin melihat keadaan dunia yang membuat banyak orang jatuh ke dalam neraka, dan karena sedih merasakan awal hidup baru dalam penjara badan yang terus merasakan dualitas;benar-salah, sedih-senang, bahagia-derita, dll. Padahal, jiwa seseorang yang belum dilahirkan itu tempatnya di surga yang penuh dengan kenikmatan tiada tara. Tetapi inilah perjalanan hidup, takdir Allah untuk menciptakan kehidupan untuk menguji hamba-hambaNya.

Yah, begitulah. Aku hanya ingin mengucap syukur kepada ALLAH SWT atas segala berkah, ujian, dan kenikmatan. Engkau telah menghadirkan 2 anggota keluarga baru dalam bulan ini! Alhamdulillahirabbal ‘alamin.. :)