Wanita, Motivasi, MuhasabahOctober 13, 2009 12:54 pm

Seorang Raja mengumumkan sayembara: "Barang siapa yang sanggup berendam di kolam kerajaan sepanjang malam akan dihadiahi pundi-pundi emas." Seyembara ini sepintas terlihat mudah, namun berendam di kolam pada saat musim dingin tentu bukan perkara mudah. Walhasil, tak ada yang berani mencobanya.

Seorang miskin dari pelosok pedesaan, karena tak tahan dengan tangisan kelaparan anaknya, memberanikan diri mengikuti sayembara itu. Pundi-pundi emas membayang di pelupuk matanya. Bayangan itulah yang mendorong dia akhirnya berangkat ke istana.

Raja mempersilahkan dia masuk ke dalam kolam istana. Masih Penasaran ??? >>

mY storY, Motivasi, MuhasabahAugust 31, 2009 3:47 pm

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…

Alhamdulillah, tiada henti ku berucap syukur atas segala ridho yang Allah berikan untukku setiap harinya, setiap jamnya, bahkan setiap detiknya. Karena tanpa ridho dari Allah, kaki ini tak akan dapat berjalan, tangan ini tak akan mampu bekerja, mata ini tak bisa melihat ciptaan-ciptaan Allah yang begitu indah. Subhanallah.

Setiap harinya ndit selalu memetik pelajaran yang sangat berharga yang menurut ndit, ga semua orang bisa mengambil pelajaran tersebut untuk dijadikan pedoman hidup yang lebih baik. Kejadian besar baru saja ku alami kemarin.

Hari minggu terik itu aku awali dengan pergi ke sebuah tempat, toko busana dan jilbab muslimah di Rawamangun. Masih Penasaran ??? >>

Wanita, Motivasi, Resensi BukuJuly 2, 2009 3:27 pm

Beberapa hari ini endita baca buku yang judulnya Revolusi Jilbab punya mba mel. Isi bukunya tentang kasus pelanggaran jilbab di SMA Negeri Se-Jabotabek tahun 1982-1991. Hati miris sekali rasanya baca buku ini. Betapa besarnya perjuangan kakak-kakakku di tahun itu untuk menegakkan Islam di negeri ini. Mereka berjilbab bukan didorong oleh adanya trend, melainkan dilatari oleh menguatnya nilai-nilai keislaman.

Pada saat itu, pemerintah Orde Baru yang seringkali mencurigai Islam, melarang penggunaan jilbab di sekolah-sekolah negeri karena menganggap kemunculan jilbab ini sebagai wujud gerakan politik yang oposan/bersebrangan terhadap pemerintah. Para ‘jilbaber’ ini tak jarang dipulangkan oleh pihak sekolah, tidak diizinkan mengikuti ujian, sampai melompat pagar sekolah karena dikejar-kejar oleh guru-guru yang ‘phobia jilbab’ Masih Penasaran ??? >>

Puisi Ku, Motivasi, MuhasabahDecember 6, 2008 12:04 am

Engkau ingin berjuang, tapi tidak mampu menerima ujian, rusak oleh pujian, tidak sepenuhnya menerima pimpinan dan tidak begitu setiakawan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup berkorban, tidak sanggup terima cobaan dan hanya ingin jadi pemimpin agar pengikut menjadi agak segan

Engkau ingin berjuang, tapi kesehatan dan kerehatan tidak sanggup engkau korbankan dan waktu tidak sanggup engkau luangkan
Engkau ingin berjuang, tapi dirimu tidak engkau tingkatkan, disiplin diri engkau abaikan, janji kurang engkau tunaikan dan kasih sayang engkau abaikan

Engkau ingin berjuang, tapi para tamu engkau abaikan, anak isteri engkau lupakan dan ilmu berjuang engkau tinggalkan
Engkau ingin berjuang, tapi pandangan engkau tidak diselaraskan, rasa bertuhan engkau abaikan dan iman taqwa engkau lupakan

- Qathrunnada -

Benarkah engkau seorang pejuang? Mengaku diri sebagai pejuang, sebagai jundullah, sebagai aktivis, namun akhlak maupun tsaqafahnya tidak mencerminkan hal itu. Mengaku diri sebagai mujahid, namun niat ternoda oleh selain-Nya. Inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sindir di dalam Al Qur’an, Masih Penasaran ??? >>

Wanita, Cinta, MotivasiNovember 30, 2008 4:10 am

Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.

Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.

Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.


Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.

Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.

Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.

Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekeedar pacaran.

Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.

Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya

Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.

 

 repost from Ethanhant in basabasi.com

Wanita, Motivasi, Resensi BukuNovember 27, 2008 5:24 pm

Bismillahirrahmanirrahiim..

Rabiah Al-Adawiyah adalah sosok seorang wanita yang telah mencapai derajat yang mulia dalam sejarah perjalanan para sufi. Ia telah mendapatkan penghargaan yang tinggi, namanya tertulis dengan tinta emas dalam lembaran sejarah. Sifat takwa dan zuhud yang Ia miliki merupakan sebuah prestasi yang telah mengangkat kedudukannya menjadi seorang wanita yang mulia, yang tidak akan pernah didapatkan oleh wanita mana pun.
    
Kedudukan mulia yang Ia sandang adalah berkat usahanya yang gigih, yang disertai keikhlasan hati dalam setiap beramal. Jadi, bukan faktor keturunan, bukan pula karena gemblengannya dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi, dan sama sekali bukan karena gemblengan hidup dalam lingkungan keluarga yang kaya raya dan memiliki kedudukan. Ia justru berasal dari sebuah keluarga yang sederhana, miskin, dan penuh perjuangan yang keras untuk mencukupi keperluan hidupnya sehari-hari.

Jiwa yang ikhlas yang disertai kemauan keras yang Ia miliki itu bersumber pada mabuk cintanya kepada Sang Khaliq (Hubbul-Illahiyah). Cinta inilah yang kemudian mampu mengubah wawasan, cara berpikir, serta sikapnya dalam kehidupan.

"Dan orang-orang yang beriman, Ia mempunyai cinta yang kuat terhadap Allah." (Q.s. Al-Baqarah: 165)

Do’a Rabi’ah kepada Allah SWT:

Tuhan, semua yang aku dengarkan
Di jagat raya dari semua ciptan-Mu
Kicauan burung, hembusan dedaunan, gemericiknya air di pancuran
Dendang lagu burung tekukur
Desiran angin, gelegar bunyi guruh
Dan kilat yang berkejar-kejaran
Kini aku telah memahaminya sebagai bukti
Akan keagungan-Mu
Sebagai saksi yang abadi atas keesaan-Mu
Dan sebagai kabar berita bagi manusia
Bahwa tidak ada satu pun kekuatan
Yang dapat menandingi dan menyekutukan-Mu

"Dan sesungguhnya segala sesuatu di alam ini senantiasa bertasbih dan bertahmid kepada Allah. Hanya saja kalian tidak memahami bahasa dan cara mereka bertasbih." (Q.s. Al-Isra’: 44)

Subhanallah.. Maha Suci Allah..
Rabi’ah Al-Adawiyah, salah satu tokoh yang ndit kagumin. Sifat takwa dan zuhudnya patut untuk ditiru oleh seluruh umat muslim khususnya para muslimah. Cinta yang Ia miliki hanya dipersembahkan untuk Allah SWT semata. Wajah cantik yang dihiasi dengan akhlak mulia memang merupakan perpaduan yang sempurna. Akhlak mulia yang Ia miliki lebih menawan dari pada diri Rabi’ah.

Semoga akhlak mulia yang melekat dalam diri Rabi’ah dapat kita tiru.. Dengan keikhlasan hati untuk selalu memuja kepada Allah..

Laa haula walaa kuwata illabillahil ‘adziim …